Can I Rent Daily Clothes?

C

Ketika saya berkunjung ke mantan kampus saya, saya bertemu dengan seorang teman yang memang kesehariannya berwirausaha di bidang pariwisata. Saya pun juga suka menjelajah tempat baru dan asing. Seiring percakapan kami berdua berlangsung, tiba-tiba celetukan “Kalau mobil saja kita bisa sewa on-the-go, kenapa tidak dengan baju sehari-hari?”

Banyak orang mungkin memiliki preferensi bahwa baju adalah simbol estetika. Semakin trendi dan sesuai standar sosial maka kita akan dibilang keren. Tapi entah kenapa hal itu tak berlaku pada saya. Menurut saya, baju hanyalah penutup badan yang melindungi kita dari banyak hal seperti panas, menyerap keringat, dan lain-lain yang bersifat fungsional. No fancy stuff.

Bepergian pun juga memaksa kita untuk setidaknya membawa beberapa baju ganti untuk tetap nyaman. Semakin lama kita menginap di suatu tempat, semakin besar dan bertambah koper yang musti dibawa. Saya pun tidak suka kalau bepergian membawa barang terlalu berat. Badan saya juga tidak terlatih untuk membawa barang berat, jadi hal seperti ini menjadi alasan lain untuk tidak membawa koper berat.

Kita bisa menyewa motor, mobil, bahkan meminta orang lain mengantarkan makanan tepat di depan hidung kita. Jadi, mustinya baju ini bisa kita sewa ke suatu tempat. Entahlah, mungkin di tempat penginapan ada yang berani mengambil tindakan ini. Idenya berawal dari seorang wisatawan yang tidak suka membawa barang berat. Ekstremnya adalah hanya membawa HP dan dompet. Just that. That’s gonna be my dream.

Tentu kita bisa berangkat dengan tangan kosong dan bermodalkan beberapa uang lalu kita membeli pakaian di destinasi wisata. But leaving the clothes unused is no go. Itu sama saja buang uang dan tindakan yang berkontribusi merusak lingkungan (I don’t know, it’s just a thought). Kita juga bisa minta tolong pada teman atau saudara yang ada di destinasi. Konsekuensinya kita harus memperluas jaringan teman atau persaudaraan ke seluruh destinasi yang kita inginkan. It costs a lot of time here.

So, there should be a way to handle this. Like renting a car, borrowing some clothes should be as simple as tapping on the smartphone. Konsepnya mustinya mirip dengan e-commerce pada umumnya hanya saja ini sistem sewa. No buying. Pengguna akan memesan melalui sebuah aplikasi, memilih destinasi, memilih baju dari penyedia disana, bayar dan tentukan tanggal pengiriman plus dimana lokasi pengirimannya, and done, we have borrowed some clothes for some time.

Kita bisa santai jalan kesana-kemari tanpa khawatir dengan baju ganti. Kita sudah memesan baju tersebut. We have fun. Setelah kita selesai memakai baju sewa tersebut, kita kembalikan ke penyedia dan selesai. It should be that easy.

Problem is we’re dealing with humans. Teman saya tiba-tiba memberikan poin “Baju mungkin tidak masalah, bagaimana dengan pakaian dalam?”  “Bagaimana dengan kebersihannya?” “Apa yang terjadi ketika pengguna malah membawa pulang pakaian yang disewanya itu?” “Siapa yang bertanggungjawab ketika barang hilang?” “What if the clothes are being used for indecent act or inappropriate behaviour?” Dan masih banyak lagi.

Yeah, an idea always come as a solution but trade-offs will follows afterwards. But, whoever taking this idea into reality, I would give a shot to try it out. Kunci dari hal ini adalah kemitraan atau jaringan yang kuat, solid, dan terpercaya. Once the idea got that, we’re going to make sure that all customers are not assholes. Ya bisa beresiko ke banyak hal donk kalau ini bisa terjadi.

Either this idea or the holy clothes will be introduced sooner or later. What the hell is holy clothes? We’ll talk about it later.

About the author

Mochamad Gufron

Hello, nice to meet you. I'm an active software engineer who love to learn a lot of things. I'm also in love at writing some blog entries. Get in touch with me on email if you need anything.

Email: mgufronefendi@gmail.com

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta

Mochamad Gufron

Hello, nice to meet you. I'm an active software engineer who love to learn a lot of things. I'm also in love at writing some blog entries. Get in touch with me on email if you need anything.

Email: mgufronefendi@gmail.com