Hari Pertama Lebaran

H

Good evening, ladies and gentleman. Sepertinya teman-teman sangat bahagia dan menikmati momen liburan ini ya. Berkumpul bersama keluarga, bercanda tawa dengan sanak saudara, bersukacita bersama teman-teman lama, dan berbagi kebahagiaan ke sosial media menjadi tanda-tanda kecil bahwa kenikmatan itu betul-betul anda resapi. Syukurlah, semoga memang hanya sejauh berbagi kebahagiaan, tidak “Ini loh aku lagi bahagia. Kamu pasti nggak bahagia ya?” No, please don’t do that. You hurt a lot of people feeling if you do so.

Btw, sudah berapa banyak ucapan terkait hari ini yang sudah anda terima? Dalam bentuk apa? Fisik (kartu ucapan), lisan, atau digital (SMS, WA)? Sudah berapa orang yang bisa anda maafkan? Dan berapa orang yang sudah menerima kiriman dari anda yang anda rasa layak untuk anda mintai maaf? Semoga tulus dan ikhlas dari hati yang paling dalam. Sehingga, diharapkan, potensi kesalahan-kesalahan yang sudah terlanjur tak terulang di kemudian hari.

Lalu berapa banyak tetangga yang sudah anda kunjungi? Berapa banyak uang saku lebaran yang sudah  anda terima (kalau dapat)? Berapa banyak yang anda sisihkan untuk mendistribusikan rejeki anda pada keponakan-keponakan anda yang belum bisa bekerja? Bagaimana pembagiannya? First In First Out? Balanced distribution?

Sudah berapa sosial media yang anda pakai untuk membagikan precious moments anda? Berapa banyak stories yang sudah anda bagikan? Berapa jumlah likes, RT, komentar, atau feedback dari postingan anda tersebut? Apakah dominan bagus? Atau, apakah semua hanya sebatas silent-reader fan anda? Adakah yang berani memberikan kritikan secara langsung (DM, PM, disampaikan secara lisan)? Apakah anda kenal mereka semua?

Bagaimana dengan pakaian yang dikenakan? Apakah gres dari butik? Well, punya saya adalah yang biasa saya pakai kerja. Itu pun baju 3-4 tahun yang lalu. Begitupun dengan celana. Bagaimana dengan sepatu? Kalau saya hanya sebatas sandal jepit waktu berkeliling pada tetangga-tetangga dekat. I know, you don’t want to know that, right? Not a problem. 😀

Well, I don’t really care actually. You dont’ have to answer those on the above. But if you insist to do so, you can share it on the comment section right down below the article. Jadi begini…

Ketika perjalanan dari Sidoarjo ke Surabaya, tiba-tiba suatu pikiran melintas dalam benak manusia yang perlu banyak belajar ini. “Sepertinya, hari ini adalah hari dimana banyak sekali yang menjadi pahlawan yang mengorbankan kebahagiaan pribadinya untuk orang lain. That Heroes don’t wear capes is really true.” Iya, hanya kita terlalu bahagia hingga orang-orang ini semacam tidak terdeteksi oleh sensor kita.

Mereka adalah yang masih rela berpanas-panasan mendistribusikan bahan makanan dari satu pulau ke pulau lain. Mereka adalah yang rela menjaga toko segera setelah ia menjalankan shalat Ied. Mereka adalah yang rela menyusun laporan akhir bulan untuk para atasannya. Mereka adalah yang bersedia untuk memandu dan mengelola kelancaran jalan. Mereka yang rela menjual sebotol aqua tepat di depan anda ketika anda sedang asyik bercengkrama dengan keluarga di dalam mobil. Pada intinya, semua itu mengerucut bahwa mereka rela mengorbankan momen mereka bersama keluarga kecil mereka demi melanjutkan kelangsungan hidup esok dan beberapa hari kemudian. Have you ever thought of that? I do believe so. It’s just not now, not today or never, I think.

Mereka tak hanya pahlawan bagi keluarga mereka, mereka juga pahlawan momentum kita. Pengorbanan mereka cukup besar. Orang tua, istri, suami, anak mungkin ingin sekali bercumbu mesra menikmati momen yang datang setahun sekali ini. Ada yang akan merasa perih ketika yang mereka harapkan untuk berkumpul jadi satu tak ada di depan kedua bola mata mereka. Mereka justru bergumam dan berdo’a, “saya harap Tuhan bersedia memberikan kesehatan kepada kami semua sebagai ganti dari kebahagiaan yang tak bisa kami rasakan tahun ini.”

Teknologi memang sudah canggih. Ia cukup membantu untuk bercengkrama jarak jauh sekalipun satu di kutub utara dan satu di kutub selatan. Well, sorry. Too much exaggeration. Itu pun kalau ada sinyal. Iya, memang teknologi bisa mewakili kehadiran secara maya. Kita bertatap di depan layar kamera lalu satu hingga beberapa proses apa yang di tangkap kamera di konversi menjadi angka binary dan pada titik akhirnya di terima dengan baik oleh device penerima dan sebaliknya. But no, itu tak akan pernah bisa menggantikan kehadiran fisik. Surat memang bisa digantikan dengan Email atau bahkan SMS, tapi kehadiran fisik digantikan dengan maya hingga hologram sekalipun itu sama sekali tak menjawab hasrat untuk berkomunikasi intim.

Tanpa mereka yang mengorbankan waktunya untuk melayani para pelanggan, apakah kita masih bisa menikmati dengan baik bersama keluarga kita. Imagine this, ketika anda haus ditengah jalan, anda berekspektasi setidaknya ada satu dua minimarket yang buka di pinggir jalan. Ketika anda sudah menemukan minimarket itu, tiba-tiba yang anda dapati hanya selembar kertas tertempel di pintu tepat dibawah gembok bertuliskan “Maaf kami tutup sampai H+3”. Di mobil hanya ada air radiator atau aki. Ojek online juga tidak ada, karena semua driver sedang bersama keluarga mereka tentunya. Jalan yang bisa ditempuh adalah meminta orang-orang yang sedang menikmati momennya bersama keluarga di dekat toko teresebut. Ya siapa tahu bisa ketemu jodoh anda disitu. Rasanya layak untuk dicoba.

Oh iya, bagaimana pertanyaan template yang sudah disiapkan oleh tetangga, kerabat, hingga saudara sepaha eh sepupu anda? Sudah terjawab semua? Apakah anda menjawabnya dengan senyuman? Senyuman seperti apa? Senyuman sinis, manis, atau sadis?

Anyway, selamat menikmati hari raya Idul Fitri. Nikmati dengan keluarga dan kerabat dekat anda. Semoga anda dan keluarga anda dalam keadaan sehat walafiat. Dan juga sebarkan bahwa membaca suatu hal secara utuh itu penting. Hoax itu kejam, apalagi ada campuran kimiawi dari fitnah. Itu semacam seduhan hangat cairan baygon ditambah dengan renyahnya kapur pembasmi kecoa.

Terima kasih sudah membagi waktunya untuk membaca artikel ini. Have a good day.

About the author

Mochamad Gufron

Hello, nice to meet you. I'm an active software engineer who love to learn a lot of things. I'm also in love at writing some blog entries. Get in touch with me on email if you need anything.

Email: mgufronefendi@gmail.com

By Mochamad Gufron

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta

Mochamad Gufron

Hello, nice to meet you. I'm an active software engineer who love to learn a lot of things. I'm also in love at writing some blog entries. Get in touch with me on email if you need anything.

Email: mgufronefendi@gmail.com