Segenap Persiapan Perjumpaan Tahunan di Idul Fitri

S

Good evening everybody. Apa kabar? Semoga sehat adalah karib dekat anda sampai hari ini dan seterusnya. Bagaimana bulan Ramadhan? No, bukan bulan Ramadhan yang saya tanyakan, melainkan bagaimana perjalanan anda selama bulan Ramadhan? Menyenangkan dengan paduan mokel satu dua hari? Berpuasa dengan tetap bercumbu mesra dengan pacar? Well, you name it yourself. I don’t really care. Haha. Btw, discalimer. Artikel ini akan mengandung energi yang tak baik ketika anda membacanya secara harfiah. Anda mungkin harus membacanya lagi setidaknya 3 kali untuk mengambil hikmah dari artikel ini.

Itupun kalau ada. I have warned you, so it’s your consequences to read the rest. 😀

Jadi beberapa hari lagi, well actually tomorrow, akan menjadi penghujung Ramadhan dengan disubstitusi oleh bulan Syawal. Tidak, Syawal bukanlah Juni atau Juli, begitupun Ramadhan. Mereka tak pernah mirip apalagi serupa. Awal Syawal adalah Idul Fitri. So, have you prepared for this kind of event?

Kebaikan yang pasti pada hari itu adalah kita akan bertemu dengan sanak saudara dengan frekuensi setiap hari, mingguan, bulanan, trimester, semester, tahunan, hingga lusinan tahun sekali. Kita saling memaafkan satu sama lain. Kertas kosong akan mewakili ilustrasi yang tepat untuk reset semuanya. At least that’s what you expect.

Benarkah teman-teman sudah siap? Pada hari ketika kita bertemu dengan sanak saudara ada segudang pertanyaan yang akan menghampiri dengan mesra pada anda. Iya, saking mesranya pertanyaan itu akan berulang-ulang sekalipun si penanya adalah orang yang berbeda. “Kapan menikah?” akan berganti jadi “Kapan undangannya disebar?’ sekalipun calon pasangan masih dalam ilustrasi. Ya, semacam nilai undefined dalam Javascript. Kalau teman-teman masih berada di jenjang persekolahan, kelas dan umur adalah pertanyaan umum yang akan hinggap di setiap pertemuan.

Ini sebenarnya peluang bagi pembuat website atau aplikasi mobile yang dapat menyelesaikan hal ini (I didnt’ say it’s a problem but for some people it’s troublesome and annoying). Iya semacam portal FAQ dilengkapi dengan Speech Recognition. Ketika seseorang bertanya hal yang sama, serahkan saja pada bot agar dia lebih berguna. Hahahaha.

Atau sebelum bertemu, coba bagikan semacam QR code yang mengarah pada halaman FAQ pada website anda. FAQ tersebut berisi pertanyaan yang pasti muncul setiap tahun. Apabiila ada penambahan pertanyaan, bisa dijawab terlebih dahulu dan nanti bisa dicatat melalui admin panel website anda.

Atau dibuat semacam gamification. Apabila anda adalah seorang online seller, sebaiknya beri diskon usai mengajukan pertanyaan. Lalu anda tambahi “akan saya jawab setelah sista beli satu barang di website saya. Cuma berlaku hari ini loh.” It’s gonna be fun and worth to have some customers. Everybody’s happy.

Atau kalau anda pembuat RPG game bergenre action thriller atau romance simulator jejepangan, anda bisa tawarkan game buatan anda. “Untuk pertanyaan ini, ada di bagian credits setelah menamatkan satu rute game.” Rasanya ide ini cukup oke juga. Credits adalah tempat paling tepat untuk menyembunyikan suatu hal, termasuk jawaban atas pertanyaan umum “Kapan nikah” dan teman-temannya. Dengan begitu, seorang gamer tahu betul siapa yang berada di balik pembuatan game. Atau setidaknya dia berusaha menamatkan game anda hanya demi mengetahui jawaban dari pertanyaannya.

Atau kalau anda adalah seorang penulis artikel online, anda bisa menggunakan format clickbait artikel pada umumnya yang akan menarik para pengunjung. Itu sudah termasuk paman anda yang akan mengajukan pertanyaan dalam buku sakunya berjudul “100 Pertanyaan umum yang harus ditanyakan pada keponakan anda”. “7 Pertanyaan Umum yang wajib kamu jawab saat Lebaran” rasanya judul yang akan sangat menarik (or boring) bagi siapapun. Jumlah viewer anda meningkat, adsense juga naik, dan dompetpun senang. Win-win solution, right?

Youtuber mungkin akan membuat sebuah video dengan judul yang hampir sama, dan akan berisikan jawaban-jawaban atas segala pertanyaan yang pernah diajukan padanya. Lalu bagaimana dengan pertanyaan yang tidak tercover dalam video tersebut? “Apabila ada pertanyaan yang belum terjawab, silahkan tinggalkan di kolom komentar. Jangan lupa subscribe ya,” akan menjadi pengisi bagian deskripsi sebuah video. Viewer bertambah, bahkan subscriber pun bisa jadi bertambah. Atau yang terburuk adalah dislikers juga akan bertambah. Haha

Oh iya itu masih seputar pertanyaan. Ada lagi soal lain. Konsumen hiperaktif. Tradisi ini adalah tradisi tahunan konsumtif di seluruh Indonesia. Yeah, you hear me, seluruh Indonesia. Well, not exactly all of them. Saudara kita yang nun jauh di barat sana yang bahkan baru tahu kalau mereka tergabung dalam negeri nusantara ini tidak bisa mengikuti tradisi ini. Mungkin. Tradisi ini adalah semacam cara atau propaganda agar aliran atau perputaran uang itu bergerak dengan sangat cepat hanya dalam waktu 2 minggu akhir bulan Ramadhan.

Mall, restoran, butik, barbershop, toko mainan, elektronik dan supermarket adalah tempat dimana aliran dana masuk dan keluar dengan sangat cepat dan besar tentunya. Transaksi harian sebuah supermarket bisa saja mencapi puluhan hingga ratusan juta. Mall pun mungkin sedang menyelesaikan ratusan ribu transaksi dalam satu hari. Wanna prove? Ask yourself to them, damn it! (Sorry for my language. :D)

Lalu ada hal lain seperti petasan. Entah sejak kapan petasan ini menjadi bagian primer perayaan Idul Fitri. Iya semacam naik pangkat dari pelengkap menjadi kebutuhan utama. Para pecinta suara keras sangat menikmati ini. Introvert yang lebih memilih mengurung diri di kamar dan tak sengaja mendengar suara petasan ini terpaksa menahan diri dan memasang headset di kedua lubang. Tentu saja lubang telinga, what else?

The last but not least is pesan-pesan bernuansa Idul Fitri. Ini semacam kiriman digital yang manis datang dari seorang yang jauh atau tak sempat menemui anda. Iya pesan-pesan ini sangat indah tutur katanya sehingga anda akan kesulitan mana kata-kata yang asli dan unik dari sang pengirim atau mana hasil dari revisi dari beberapa template yang sudah menyebar sebanyak jutaan kali. You know it’s hard to determine that. Can someone make an app for this? Hahahaha

Well, whatever it is, usahakan anda memaafkan orang yang pernah menyakiti anda dengan tulus dan ikhlas. Sekalipun ia pernah meninggalkan anda demi orang lain, mencampakkan anda di depan umum, tidak pernah memprioritaskan anda, suka menggombal pada anda tapi orang lain yang mendapat proposal pernikahan, hingga yang memfitnah anda. Do’akan saja yang terbaik: bertaubat atau berdiskusi langsung di hadapan Tuhan dan para malaikatnya. 😀

Thanks for sparing your time to read here. Leave a comment to share your thoughts about this article. Have a nice day. Happy Eid.

About the author

Mochamad Gufron

Hello, nice to meet you. I'm an active software engineer who love to learn a lot of things. I'm also in love at writing some blog entries. Get in touch with me on email if you need anything.

Email: mgufronefendi@gmail.com

By Mochamad Gufron

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta

Mochamad Gufron

Hello, nice to meet you. I'm an active software engineer who love to learn a lot of things. I'm also in love at writing some blog entries. Get in touch with me on email if you need anything.

Email: mgufronefendi@gmail.com